Butuh Lem Keramik? Pahami Dulu Jenis-Jenisnya Sebelum Beli
Kalau Anda lagi mau pasang keramik, jangan cuma fokus ke motif dan ukuran. Pemilihan lem keramik juga penting banget buat bikin hasil akhirnya kuat, tahan lama, dan tidak gampang copot.
Lem modified dapat digunakan di area lembab maupun pada substrat yang memiliki pergerakan ringan. Ketahanannya terhadap air dan tekanan membuatnya cocok untuk proyek keramik yang lebih menantang.
Lem jenis ini juga memberikan hasil akhir yang lebih tahan lama jika dibandingkan dengan versi standar. Keduanya tetap memerlukan perbandingan pencampuran air yang tepat agar hasil perekat optimal.
[lwptoc numeration="none"]
Salah pilih lem, bisa-bisa keramik cepat mengelupas atau malah merusak permukaan di baliknya. Yuk, cari tahu dulu jenis-jenis lem keramik sebelum Anda memutuskan beli yang mana!5 Jenis-Jenis Lem Keramik yang Tersedia di Pasaran
Sebelum memilih lem keramik, penting untuk memahami jenis-jenisnya. Setiap tipe memiliki fungsi dan keunggulan tersendiri sesuai dengan kondisi aplikasi.1. Lem Keramik Siap Pakai (Standar dan Akrilik)
Lem siap pakai merupakan jenis perekat yang langsung dapat digunakan tanpa perlu pencampuran tambahan. Umumnya, dikemas dalam bentuk pasta, digunakan untuk proyek pemasangan keramik yang praktis. Jenis ini terbagi dua, yaitu lem standar berbahan dasar semen dan lem akrilik berbahan dasar polimer. Perekat keramik standar cocok diaplikasikan pada area dalam ruangan yang kering seperti ruang tamu dan kamar tidur. Komposisinya mencakup semen, pasir, dan aditif perekat yang memberikan daya lekat cukup baik. Sementara itu, lem keramik akrilik dirancang khusus untuk menghadapi kondisi basah dan lembab. Lem akrilik memiliki ketahanan yang baik terhadap air, kelembaban, serta suhu tinggi. Oleh karena itu, sangat sesuai digunakan di dapur, kamar mandi, atau area dekat kolam renang. Keduanya mudah diaplikasikan, cukup menggunakan alat sederhana seperti spatula atau roskam. Dengan kemudahan dan fleksibilitasnya, perekat keramik siap pakai menjadi pilihan ideal untuk pemasangan ringan hingga menengah.2. Lem Keramik Berbasis Semen (Standar dan Modified)
Perekat keramik berbasis semen adalah jenis perekat tradisional yang banyak digunakan untuk merekatkan keramik pada dinding maupun lantai. Produk ini berbentuk bubuk dan harus dicampur dengan air sebelum digunakan. Terdapat dua varian utama, yakni standar dan modified, masing-masing dengan karakteristik berbeda. Lem ini memiliki formula dasar yang cocok untuk area dalam ruangan yang kering dan tidak mengalami tekanan berat. Harganya lebih terjangkau dan teknik aplikasinya tidak rumit. Di sisi lain, lem modified memiliki penambahan bahan polimer yang membuatnya lebih fleksibel dan memiliki daya rekat lebih tinggi.
Lem modified dapat digunakan di area lembab maupun pada substrat yang memiliki pergerakan ringan. Ketahanannya terhadap air dan tekanan membuatnya cocok untuk proyek keramik yang lebih menantang.
Lem jenis ini juga memberikan hasil akhir yang lebih tahan lama jika dibandingkan dengan versi standar. Keduanya tetap memerlukan perbandingan pencampuran air yang tepat agar hasil perekat optimal.
Posting Komentar